Portal Informasi dan Komunikasi









GIRITONTRO — Masa Transisi Peserta Didik Baru (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah/MPLS) di SMP Negeri 1 Giritontro resmi dipuncak-internalisasi melalui penyelenggaraan Kemah Bhakti Tahun Ajaran 2026/2027. Berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Juli 2026, kegiatan perkemahan Pramuka ini dirancang bukan sekadar sebagai ritus tahunan outdoor, melainkan sebagai kawah candradimuka persemaian nilai-nilai karakter mendasar bagi para murid.
Kemah Bhakti ini diorientasikan secara holistik untuk mengimplementasikan kerangka kerja 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui struktur kegiatan yang dinamis dan terintegrasi, para peserta didik dilatih untuk mengeksplorasi potensi diri, mengasah kecerdasan sosial-emosional, serta menumbuhkan kedisiplinan dan rasa kepedulian antar sesama.
Dalam amanat pembukaannya di Lapangan Utama sekolah, Kepala SMP Negeri 1 Giritontro, Assani Nugroho, S.Pd., M.Pd., menegaskan esensi substantif dari pelaksanaan perkemahan ini. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak boleh berhenti pada tataran teoritis-kognitif, melainkan harus dihidupi melalui pengalaman empiris.
“Kemah bhakti ini bertujuan untuk melatih dan membimbing kalian para murid dalam pengembangan diri, menumbuhkan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujar Assani Nugroho di hadapan ratusan peserta didik dan jajaran juri/pembina Pramuka.
Penekanan pada 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat—yang mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan makanan sehat dan bergizi, gemar membaca/belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat/teratur—diterjemahkan secara terstruktur ke dalam ekosistem dan rundown perkemahan.
Selama tiga hari pelaksanaan, beragam agenda experiential learning dirancang untuk menguji sekaligus membina ketahanan mental dan fisik murid:
Pelaksanaan Kemah Bhakti yang diakhiri dengan evaluasi kebersihan lingkungan dan pembongkaran tenda secara mandiri pada 23 Juli 2026 menegaskan prinsip kemandirian dan tanggung jawab lingkungan.
Melalui kombinasi antara disiplin kepramukaan dan kontekstualisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, SMP Negeri 1 Giritontro membuktikan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang seimbang—mensejajarkan keunggulan akademis dengan keteguhan karakter moral-spiritual. Diharapkan, pengalaman selama tiga hari ini menjadi fondasi kokoh bagi para murid dalam menempuh perjalanan studi mereka di jenjang sekolah menengah pertama.